Artikel
Habis Kehujanan Badan Sakit Semua: Kapan Cukup Dipijat, Kapan Perlu ke Dokter

Badan sakit semua setelah kehujanan biasanya bukan karena air hujannya, melainkan karena tubuh terlalu lama kedinginan dalam pakaian basah, ditambah kurang istirahat dan daya tahan yang sedang turun. Pegal tanpa demam umumnya boleh dibantu pijat dengan tekanan yang nyaman. Namun bila disertai demam tinggi, apalagi di musim hujan saat kasus demam berdarah biasanya meningkat, periksakan diri ke dokter dulu sebelum dipijat atau dikerok.
Hujan turun tepat di jam pulang. Jas hujan tertinggal, atau payung tidak cukup menahan angin. Anda sampai di rumah dengan baju basah sampai ke punggung. Malamnya, badan terasa remuk: punggung kaku, kepala berat, dan tubuh meriang meski termometer tidak menunjukkan demam. Lalu muncul kalimat yang akrab di banyak rumah di Indonesia: “Kerokin dong, kayaknya masuk angin.”
Kami cukup sering mendengar kalimat itu. Di Truly Home Massage, peralihan musim terasa bahkan sebelum hujan turun deras. Dari catatan admin kami, permintaan paket yang menyertakan kerokan biasanya ikut naik setiap kali kemarau berganti ke musim hujan. Karena itu, kami merasa perlu menulis yang jujur soal ini, termasuk kapan pijat justru sebaiknya ditunda.
Musim Hujan Tahun Ini Datang Lebih Lambat
Menurut prediksi BMKG untuk musim hujan 2026/2027, awal musim hujan di 61,08% wilayah Indonesia diperkirakan mundur dibanding normalnya. Sebagian besar wilayah baru masuk musim hujan pada November dan Desember 2026, dengan puncak antara Desember 2026 dan Februari 2027. BMKG juga memperkirakan musim hujan kali ini lebih pendek dari biasanya di sebagian besar wilayah.
Artinya, masa peralihan atau pancaroba terasa lebih panjang. Hari ini terik, besok sore hujan deras. Masa seperti inilah yang paling sering membuat badan terasa tidak karuan.
Kenapa Habis Kehujanan Badan Sakit Semua?
Air hujan sendiri bukan penyebab langsung. Yang lebih berperan adalah apa yang terjadi pada tubuh setelahnya.
- Tubuh kedinginan terlalu lama. Pakaian basah terus menarik panas dari kulit. Tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga suhunya, dan Halodoc menyebut suhu dingin akibat kehujanan dapat memengaruhi daya tahan tubuh.
- Kedinginan bisa memicu gejala pilek pada sebagian orang. Dalam sebuah uji coba di Cardiff University, 180 orang dibagi menjadi dua kelompok, dan satu kelompok merendam kaki di air dingin. Pada hari-hari berikutnya, 13 dari 90 orang di kelompok ini melaporkan gejala pilek, dibanding 5 dari 90 orang di kelompok yang kakinya tidak didinginkan (Johnson & Eccles, 2005). Penelitinya menduga, kedinginan membuat sebagian orang lebih mudah mengalami gejala dari virus yang mungkin sudah ada di tubuh.
- Kurang tidur dan kelelahan. Pulang terlambat karena hujan dan macet, lalu tidur larut. Tubuh yang lelah lebih mudah terasa pegal di mana-mana.
Lalu, apa itu “masuk angin”? Secara medis, masuk angin bukan nama penyakit. Istilah ini adalah cara kita menyebut sekumpulan keluhan sekaligus: pegal, meriang, perut kembung, kepala pusing, dan rasa tidak enak badan. Menyadari hal ini penting, karena keluhan yang sama bisa berasal dari penyebab yang sangat berbeda.
Apakah Cuaca Hujan Membuat Sendi Lebih Ngilu?
Banyak orang merasa lututnya bisa “meramal” hujan. Dua penelitian besar mencoba menjawabnya, dan hasilnya menarik.
- Penelitian Cloudy with a Chance of Pain di Inggris mengikuti ribuan penderita nyeri kronis lewat aplikasi ponsel. Hasilnya, nyeri sedikit lebih sering muncul pada hari yang lembap, bertekanan udara rendah, dan berangin. Curah hujannya sendiri justru tidak berhubungan dengan nyeri. Efeknya pun kecil: peluang hari yang nyeri naik kira-kira dari 5 menjadi 6 dari setiap 100 hari (Dixon dkk., 2019).
- Penelitian di Amerika Serikat terhadap lebih dari 1,5 juta data kunjungan ke dokter tidak menemukan hubungan antara hari hujan dan kunjungan karena nyeri sendi atau punggung (Jena dkk., BMJ 2017).
Jadi, kalau Anda merasa lebih pegal di musim hujan, Anda tidak sedang mengada-ada. Hanya saja, penyebabnya lebih mungkin udara yang lembap dan dingin, ditambah kita cenderung lebih jarang bergerak saat hujan, bukan tetes hujannya.
Kerokan: Kebiasaan Lama yang Pernah Diteliti
Kerokan sering dianggap sekadar kebiasaan orang tua. Padahal, Prof. Didik Gunawan Tamtomo dari Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret pernah menelitinya. Dalam surveinya, hampir 90% dari 390 responden mengaku pernah dikerok saat merasa masuk angin. Penelitiannya juga menemukan bahwa kerokan melebarkan pembuluh darah di bawah kulit tanpa merusak kulit, dan kadar endorfin pada orang yang dikerok meningkat, sehingga badan terasa lebih nyaman (detikHealth).
Temuan ini menjelaskan kenapa banyak orang merasa lega setelah dikerok. Namun, perlu diingat bahwa rasa nyaman berbeda dengan menyembuhkan. Kerokan dan pijat membantu meredakan rasa pegal dan tidak enak badan, tetapi tidak mengobati infeksi yang mungkin menjadi penyebabnya.
Bagaimana dengan pertanyaan yang sering muncul, “kerokan dulu atau pijat dulu?” Pada paket pijat dan kerokan kami, terapis memijat badan lebih dulu agar otot lebih rileks, lalu menutupnya dengan kerokan memakai alat dan minyak yang bersih untuk setiap pelanggan.
Saat Pijat Sebaiknya Ditunda: Musim Hujan Juga Musim DBD
Inilah bagian yang paling ingin kami sampaikan. Musim hujan adalah masa ketika genangan air bertambah, dan Kementerian Kesehatan setiap tahun mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD).
Masalahnya, gejala awal DBD mirip sekali dengan “masuk angin”. Menurut Halodoc, penderita DBD sering merasakan nyeri pada otot dan sendi, terutama di belakang mata, lutut, dan pergelangan kaki, disertai demam tinggi. Wajar jika banyak orang mengira itu cuma pegal setelah kehujanan, lalu meminta dikerok.
Ada beberapa hal yang membuat kerokan dan pijat bertekanan kuat sebaiknya menunggu dulu dalam kondisi ini:
- Bintik merah DBD perlu diamati dengan jelas. Ruam berupa bintik kemerahan biasanya muncul sekitar hari ketiga dan keempat demam. Bintik ini tidak pudar saat ditekan (NU Online). Bekas kerokan berupa garis kemerahan di punggung bisa membuat bintik seperti ini lebih sulit diperhatikan.
- Trombosit yang turun membuat tubuh mudah memar dan berdarah. Saat trombosit rendah, darah lebih sulit membeku (Alodokter). Tekanan kuat dan gesekan kerokan pada kulit sebaiknya dihindari sampai dokter memastikan kondisinya.
- Demam yang turun belum tentu berarti sembuh. Fase kritis DBD justru terjadi saat demam mulai turun dan biasanya berlangsung 24 sampai 48 jam (Good Doctor). Merasa “sudah enakan” bukan alasan untuk berhenti memantau.
Karena itu, terapis kami dapat membatalkan sesi bila pelanggan sedang demam hebat. Alasannya keamanan, bukan menolak pesanan. Kami lebih memilih Anda memeriksakan diri lebih dulu daripada dipijat dalam kondisi yang belum jelas.
Periksa ke dokter dulu bila muncul tanda berikut
- Demam lebih dari 3 hari, suhu di atas 39°C, atau disertai bintik merah dan ruam kulit. Pada kondisi ini, dokter biasanya menyarankan cek darah sekitar hari ketiga demam (Halodoc).
- Sakit perut hebat atau muntah terus-menerus.
- Mimisan, gusi berdarah, atau memar yang muncul tanpa sebab.
- Sesak napas, atau kulit terasa dingin dan basah.
- Badan sangat lemas, gelisah, atau tampak mengantuk terus.
Jika muncul perdarahan, muntah terus, atau sesak napas, jangan menunggu. Segera ke IGD atau fasilitas kesehatan terdekat.
Habis Kehujanan, Lakukan Ini Dulu
Sebelum memikirkan pijat atau kerokan, beberapa langkah sederhana ini sering kali sudah cukup membantu:

- Segera ganti pakaian basah, termasuk kaus kaki dan pakaian dalam.
- Mandi air hangat lalu keringkan badan dan rambut sampai benar-benar kering.
- Minum atau makan yang hangat, misalnya sup, air jahe, atau teh hangat.
- Perbanyak air putih dan tidur lebih awal.
- Pantau suhu tubuh selama satu sampai dua hari. Pegal tanpa demam biasanya membaik dengan istirahat. Pegal yang disertai demam perlu diperhatikan lebih serius.
Kalau Memutuskan Dipijat di Rumah
Bila badan hanya pegal dan kaku tanpa demam, pijat bisa menjadi cara yang menenangkan untuk menutup hari yang basah dan dingin. Supaya sesinya aman dan pas, ada beberapa hal yang kami minta dari setiap pelanggan:

- Sebutkan bagian yang sakit. Misalnya punggung atas, pinggang, atau betis, supaya terapis tahu bagian mana yang perlu diberi perhatian lebih.
- Ceritakan riwayat sakit di bagian tertentu. Misalnya bekas cedera lutut, saraf terjepit, atau nyeri lama di pinggang. Terapis akan menyesuaikan teknik di area tersebut.
- Minta tekanan disesuaikan. Saat badan sedang tidak fit, tekanan yang lebih ringan sering kali terasa lebih nyaman. Anda bebas meminta tekanan dikurangi atau ditambah kapan saja selama sesi.
- Kabari bila tiba-tiba demam. Kalau sore harinya badan mendadak demam, sampaikan ke admin lebih awal. Pembatalan bisa dilakukan paling lambat 45 menit sebelum jadwal tanpa biaya.
Bagi yang mudah kedinginan, sebagian pelanggan memilih pijat dengan batu hangat di musim hujan. Ingin tahu juga sinyal lain bahwa tubuh butuh istirahat? Baca tanda tubuh butuh pijat, atau pahami perbedaan fisioterapi dan pijat bila keluhan Anda sudah berlangsung lama.
Catatan Penutup
Hujan beberapa bulan ke depan akan membuat banyak orang pulang basah, pegal, dan ingin cepat merasa nyaman. Kerokan dan pijat punya tempatnya, dan bagi banyak keluarga Indonesia, keduanya adalah cara merawat satu sama lain. Namun di musim hujan, merawat juga berarti tahu kapan harus berhenti dan memeriksakan diri lebih dulu.
Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter. Jika Anda ragu dengan kondisi tubuh Anda, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.



